Masalah Perceraian

“saya mau tanya, bagaimana jika seorang suami lebih memilih keluar rumah, tidak bertanggung jawab pada anak dan istri, yang dilakukan hanya KDRT, permintaan cerai dan penghinaan secara psikis. apa yang hrs dilakukan sdngkan biaya untuk perceraian tdk sesuai dengan anggaran yang ada. apakh hrs berdiam diri atau bisa lwt LBH. Thanks.”

Jawaban Kami:
Read the rest of this entry »

, ,

No Comments

Permasalahan Waktu Kerja

Pertanyaan:

“Saya ingin sedikit mengenai bertanya bagaimana cara saya memprotes jam kerja yang diberikan kepada pekerja? Sebagai informasi, saya bekerja sebagai supporting staff di sebuah bank negeri. Saya bekerja 5 hari dalam 1 minggu.Waktu masuk kerja adalah pukul 7.15 pagi. Diikuti dengan waktu istirahat dari pukul 12 sampai 1 siang. Staff biasa akan selesai waktu kerjanya pada pukul 5.00 sore, namun, unit saya diharuskan bekerja kembali hingga waktu yang sulit ditentukan dan biasanya akan sampai lewat maghrib ataupun malam. Tidak ada waktu istirahat kedua setelah pukul 5.00, namun diberikan waktu untuk beribadah dan makan pada waktu maghrib. Kadang kala saya diharuskan bekerja sampai pukul 8 ataupun 9 malam. Benar bahwa saya mendapat upah lembur.

Permasalahannya: Jam kerja yang diberikan kepada saya adalah 8 jam/hari, dan 5 hari/minggu, dari Senin sampai Jum’at, namun tidak jarang saya diwajibkan untuk datang kerja pada hari Sabtu; Meskipun saya menerima upah lembur dengan bekerja melebihi waktu yang ditentukan oleh Pasal 77, saya tidak diberi opsi untuk memilih menghindari atau menolak lembur, yang di mana saya diharuskan lembur hampir setiap hari kerja saya; Ini tentu bertentangan dengan “ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan” pada Pasal 78 ayat (1); Alasan diwajibkannya saya untuk bekerja lembur sampai malam hari, ataupun bekerja pada hari Sabtu dalam minggu-minggu tertentu adalah jumlah pekerjaan yang menumpuk yang harus segera diselesaikan, dengan jumlah anggota unit tempat saya bekerja yang terhitung sedikit; Kurangnya staff juga diperburuk dengan semenjak hari ini,Senin tanggal 12 November 2012, dua orang staff dari unit tempat saya bekerja akan dipindahkan ke unit/kantor cabang lainnya; Setelah selesai waktu istirahat dari jam 1.00 siang, tidak ada waktu istirahat hingga maghrib yang biasanya datang pada pukul 6.30 sore di Medan. Ini sudah melebihi 4 jam kerja terus menerus sesuai dengan isi Pasal 79; Dan bila dilakukan peninjauan ke Pasal 80, saya sebagai orang yang beragama Islam, tidak mendapat waktu beribadah sholat Ashar, karena tidak ada waktu istirahat dari pukul 1.00 siang (waktu sholat Dzuhur), sampai waktu sholat Maghrib. Apakah solusi yang dapat saya lakukan untuk mendapat hak-hak yang seharusnya saya dapatkan dalam berkomimen kerja? Apakah saya dapat menggugat untuk lebih diperhatikan hak-haknya, terutama opsi dalam menolak atau menerima kerja lembur dan juga waktu beribadah? Terima kasih sebelumnya atas waktu yang diberikan”.

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , ,

No Comments

Pendaftaran Tanah dan Hukum Waris

Pertanyaan:

“1. Berapa luas tanah maksimal untuk rumah tinggal yang diperbolehkan untuk pengurusan sertifikat hak milik untuk WNI?

2. Apakah wasiat bisa berlaku untuk pemberian warisan rumah hak milik dari seorang tante ke keponakan, tanpa harus membagi rumah itu dengan negara atau saudara kandung?

Hukum warisan di indonesia, mensyaratkan, warisan dibagi kepada kakak atau adik sedarah, bila seorang wanita tidak mempunyai suami atau anak. Apabila wanita itu menulis wasiat, apakah tanah/rumah miliknya bisa diwariskan penuh pada keponakan, tanpa harus dibagi sebagian ke kakak atau adik kandung atau negara?” 

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , , , ,

No Comments

Status Developer Secara Hukum

Pertanyaan:

“Salam, Saya mohon penjelasan lebih lanjut bahwa developer secara hukum bukan hanya badan usaha tetapi juga perorangan. Ingin masuk ke bisnis ini tetapi masih pikir2 untuk membuat badan usaha. Terima kasih”.

Jawaban Kami:  Read the rest of this entry »

, , , ,

No Comments

Sebidang Tanah yang dipermasalahkan Orang Lain

Pertanyaan:

Tahun 2011, saya membeli sebidang tanah dengan luas 4,5 area di Unggasan, Denpasar, Bali. Proses sertifikat dan hukum lainnya sudah berjalan dan tidak ada permasalahan apapun tetapi pada bulan februari 2012, saya melihat tanah saya terpancang tiang bertuliskan “TANAH BERMASALAH”. Saya sudah telusuri semuanya sampai ke BPN dan pihak BPN menyatakan bahwa tanah atas sertifikat saya tidak ada masalah apapun, sehingga saya terjun ke lokasi mencari informasi dan bertemu langsung dengan pemasang tiang. Ternyata, pihak pemasang tiang adalah pihak yang menyatakan tanah tersebut bermasalah dan menuntut saya untuk mengembalikan tanah tersebut. Saya keberatan dengan hal tersebut dan sampai saat ini saya belum menemukan solusi yang tepat dalam pemecahan masalah ini. Saya bingung harus kemana dan apa yang harus saya lakukan. Mohon bantuannya

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , , , ,

No Comments

Aturan Pemerintah (mekanisme hukum) Tentang Investor Asing ingin berinvestasi Property di Indonesia

Pertanyaan:

“mohon penjelasan aturan pemerintah/mekanisme hukum secara detail investor asing bila ingin investasi property di Indonesia pak, investasi dalam skala kecil maupun besar.”

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , , ,

No Comments

Menjelek-jelekan dan Memfitnah Orang Lain

Pertanyaan:

“Orang tua saya mengelola wakaf mesjid, orang tua saya di jelek-jelekkan dan dituduh memperkaya diri dan keluarga. Dan si penuduh menggalang masyarakat untuk mengambil alih pengurusan wakaf tersebut. kami bermaksud menuntut orang tersebut dan kelompoknya. demikian mohon bantuan konsultasinya dalam waktu dekat. terima kasih.”

Jawaban kami: Read the rest of this entry »

, , , ,

No Comments