Upah Tidak Sesuai Yang Tertulis di Perjanjian Kontrak Kerja

“tolong pendapat dan masukan dari Bapak atau Ibu, saya sudah tanda tangan kontrak kerja pada perusahaan PT. X, dengan nilai salary yang telah di tentukan di kontrak kerja dan telah di tandatangani diatas materai oleh Project Manager…Namun setelah kurang dari 1 minggu terjadi pergantian Project Manager, lalu ketika saya menerima gaji pada bulan pertama, ternyata jumlah salary yg di bayarkan TIDAK sesuai dengan isi dalam kontrak, ketika sy tanyakan pada Project manager yang baru, dia memberikan alasan yg berbelit belit tidak masuk akal…tolong bantuan masukan pendapat dari rekan-rekan sekalian…”

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , , , , ,

No Comments

Apakah Boleh Dilakukan PPJB Secara Bertingkat?

Pertanyaan:

“Apakah boleh dilakukan Pengikatan Jual Beli secara bertingkat? jika dilarang bagaimana solusinya?”

 

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , , , , ,

No Comments

Penyelesaian Pembagian Harta Pailit Kreditor dalam Kepailitan

Pertanyaan:

“Selamat siang. Saya ingin bertanya perihal Hukum Kepailitan. Yang kita ketahui ada beberapa macam golongan kreditor dalam hukum kepailitan, ada yang mendapatkan hak istimewa dan ada yang tidak, dan hak – hak mereka berbeda pula, jelas bahwa kreditor yang memiliki hak istimewa adalah kreditor yang diprioritaskan dalam mendapatkan sisa harta pailit. Di sini saya ingin bertanya beberapa poin, diantaranya:

1. Bagaimana penyelesaian pembagian sisa harta pailit kreditor konkuren berdasarkan Undang – undang dan praktek nya dalam Pengadilan Niaga

2. Apakah pemberesan harta pailit kepada kreditor konkuren berbeda jelas dengan pemberesan harta pailit kepada kreditor yang memiliki hak istimewa (kreditor separatis dan kreditor preferen), bagaimana perbedannya itu

3. Siapa yang berwenang melakukan pemberesan harta pailit?

Terimakasih”

 

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , , , ,

No Comments

Permasalahan Tanah Warisan

Pertanyaan:

“Mohon masukan dan Saran apa yang harus keluarga saya lauk an untuk kasur berikutnya , Bapak saya mempunyai sebidang tanah, dimana tanah itu adalah tanah peninggalan almarhum nenek saya yang dibuktikan lewat sertifikat hak milik dan Hali waris, nah yang jadi permasalahan di Sebagian tanah itu ada saudara sepupu Bapak yang membangun rumah permanen di atasnya, padahal mereka bukan ahli waris dan tidak ada pembuktian hitam di atas putih untuk ijin mendirikan bangunan permanen, Bapak saya Marah atas dasar apa membangun di atas tanah miliknya padahal status meerkats cuma menumpang, kata mereka nenek saya sdh memberikan tanah itu!, tapi tidak ada bukti yang bisa mereka tunjukkan, malah Semarang mereka semakin Berulah dengan berkebun dan menambah bangunan rumah nya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Bapak saya, kami sebagai anak sangat resah dengan ulah mereka! Bapak saya ingin mengusir mereka tapi mereka terus beer tahan dengan alasan sudah diberikan oleh nenek saya, bapak sy sempat melapor ke Pak lurah, tapi tindakan mereka semakin menjadi, mohon bantuannya cara apa yang harus kami lakukan untuk menghentikan tindakan mereka dan biar mereka tidak menetap di tanah kami, karena secara moril kami sangat kesal dengan tindakan mereka yang seperti tidak menghargai Bapak saya sebagai pemilik sah tanah tersebut.mohon bantuannya, terima kasih”

Jawaban kami: Read the rest of this entry »

, , , , , ,

No Comments

Masalah Perceraian

“saya mau tanya, bagaimana jika seorang suami lebih memilih keluar rumah, tidak bertanggung jawab pada anak dan istri, yang dilakukan hanya KDRT, permintaan cerai dan penghinaan secara psikis. apa yang hrs dilakukan sdngkan biaya untuk perceraian tdk sesuai dengan anggaran yang ada. apakh hrs berdiam diri atau bisa lwt LBH. Thanks.”

Jawaban Kami:
Read the rest of this entry »

, ,

No Comments

Permasalahan Waktu Kerja

Pertanyaan:

“Saya ingin sedikit mengenai bertanya bagaimana cara saya memprotes jam kerja yang diberikan kepada pekerja? Sebagai informasi, saya bekerja sebagai supporting staff di sebuah bank negeri. Saya bekerja 5 hari dalam 1 minggu.Waktu masuk kerja adalah pukul 7.15 pagi. Diikuti dengan waktu istirahat dari pukul 12 sampai 1 siang. Staff biasa akan selesai waktu kerjanya pada pukul 5.00 sore, namun, unit saya diharuskan bekerja kembali hingga waktu yang sulit ditentukan dan biasanya akan sampai lewat maghrib ataupun malam. Tidak ada waktu istirahat kedua setelah pukul 5.00, namun diberikan waktu untuk beribadah dan makan pada waktu maghrib. Kadang kala saya diharuskan bekerja sampai pukul 8 ataupun 9 malam. Benar bahwa saya mendapat upah lembur.

Permasalahannya: Jam kerja yang diberikan kepada saya adalah 8 jam/hari, dan 5 hari/minggu, dari Senin sampai Jum’at, namun tidak jarang saya diwajibkan untuk datang kerja pada hari Sabtu; Meskipun saya menerima upah lembur dengan bekerja melebihi waktu yang ditentukan oleh Pasal 77, saya tidak diberi opsi untuk memilih menghindari atau menolak lembur, yang di mana saya diharuskan lembur hampir setiap hari kerja saya; Ini tentu bertentangan dengan “ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan” pada Pasal 78 ayat (1); Alasan diwajibkannya saya untuk bekerja lembur sampai malam hari, ataupun bekerja pada hari Sabtu dalam minggu-minggu tertentu adalah jumlah pekerjaan yang menumpuk yang harus segera diselesaikan, dengan jumlah anggota unit tempat saya bekerja yang terhitung sedikit; Kurangnya staff juga diperburuk dengan semenjak hari ini,Senin tanggal 12 November 2012, dua orang staff dari unit tempat saya bekerja akan dipindahkan ke unit/kantor cabang lainnya; Setelah selesai waktu istirahat dari jam 1.00 siang, tidak ada waktu istirahat hingga maghrib yang biasanya datang pada pukul 6.30 sore di Medan. Ini sudah melebihi 4 jam kerja terus menerus sesuai dengan isi Pasal 79; Dan bila dilakukan peninjauan ke Pasal 80, saya sebagai orang yang beragama Islam, tidak mendapat waktu beribadah sholat Ashar, karena tidak ada waktu istirahat dari pukul 1.00 siang (waktu sholat Dzuhur), sampai waktu sholat Maghrib. Apakah solusi yang dapat saya lakukan untuk mendapat hak-hak yang seharusnya saya dapatkan dalam berkomimen kerja? Apakah saya dapat menggugat untuk lebih diperhatikan hak-haknya, terutama opsi dalam menolak atau menerima kerja lembur dan juga waktu beribadah? Terima kasih sebelumnya atas waktu yang diberikan”.

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , ,

No Comments

Pendaftaran Tanah dan Hukum Waris

Pertanyaan:

“1. Berapa luas tanah maksimal untuk rumah tinggal yang diperbolehkan untuk pengurusan sertifikat hak milik untuk WNI?

2. Apakah wasiat bisa berlaku untuk pemberian warisan rumah hak milik dari seorang tante ke keponakan, tanpa harus membagi rumah itu dengan negara atau saudara kandung?

Hukum warisan di indonesia, mensyaratkan, warisan dibagi kepada kakak atau adik sedarah, bila seorang wanita tidak mempunyai suami atau anak. Apabila wanita itu menulis wasiat, apakah tanah/rumah miliknya bisa diwariskan penuh pada keponakan, tanpa harus dibagi sebagian ke kakak atau adik kandung atau negara?” 

Jawaban Kami: Read the rest of this entry »

, , , , ,

No Comments