Tata Cara Pengurusan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM)


Pertanyaan:

“Orang tua saya punya rumah yang sudah tidak ditempati sejak 2008 dengan sertifikat HGB, tanpa kami sadari kalau HGB nya habis tahun 2002 dan baru kami lihat sekarang. Rumah tersebut sudah lunas sejak tahun 2000. Mohon bantuannya untuk pengurusan menjadi SHM nya harus bagaimana dan biaya apa saja yang akan dikenakan?”

Jawaban Kami:

Pada dasarnya Hak Guna Bangunan (“HGB”) hapus karena berakhirnya jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemberiannya atau dalam perjanjian pemberiannya.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai Atas Tanah (“PP No. 40/ 1996”), ketika HGB tersebut hapus maka tanahnya akan menjadi tanah Negara.

Apabila HGB tersebut diatas tanah hak pengelolaan, maka tanahnya akan menjadi kembali ke dalam penguasaan pemegang hak pengelolaan. Jika tanah HGB tersebut di atas tanah hak milik, maka tanah tersebut kembali ke dalam penguasaan pemegang hak milik. Apabila tanah HGB saudara di atas tanah Negara maka satu tahun sejak hapusnya HGB dan tidak dilakukan perpanjangan atau pembaharuan, maka tanah tersebut harus dikembalikan kepada Negara sebagaimana dalam Pasal 37 PP No. 40/1996, sebagai berikut:

Apabila Hak Guna Bangunan atas tanah Negara hapus dan diperpanjang atau tidak diperbaharui, maka bekas pemegang Hak Guna Bangunan wajib membongkar bangunan dan benda-benda yang ada di atasnya dan menyerahkan tanahnya kepada Negara dalam keadaan kosong selambat-lambatnya satu tahun sejak hapusnya Hak Guna Bangunan”

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka dapat diketahui bahwa tanah HGB kembali kepada pemegang dasar dari hak atas tanah tersebut. Untuk hal tersebut, Bapak harus mengetahui apakah tanah tersebut adalah HGB di atas hak pengelolaan, hak milik, atau di atas tanah negara. Sebab berdasarkan hukum tanah tersebut telah kembali kepada mereka.

, , , , ,