Penggabungan Sertifikat

Pertanyaan:

maaf mau tanya..saya ada dua sertifikat shgb. shgb 1 luasnya 61m2. shgb 2 luasnya 27m2.
Yang saya tanyakan:apakah 2 shgb tersebut bisa digabung dan menjadi satu sertifikat hak milik (shm)?.terimaksih sebelumnya

Jawaban:

Terima kasih atas surel Anda. Menindaklanjuti atas pertanyaan tersebut, adapun dapat kami jelaskan sebagai berikut:

Penggabungan bidang tanah dapat dilakukan sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala BPN No. 1 tahun 2010, adapun persyaratan yang dibutuhkan untuk penggabungan sertifikat antara lain:

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup
  2. Surat Kuasa apabila dikuasakan
  3. Fotocopy identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
  4. Sertifikat asli.

Setelah terbit sertifikat sebagai bukti penggabungan bidang tanah atas 2 sertifikat HGB tersebut, Anda dapat mengajukan perubahan hak atas tanah dari HGB ke HM dengan melampirkan:

  1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup;
  2. Surat Kuasa apabila dikuasakan;
  3. Fotocopy identitas pemohon/para ahli waris (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket;
  4. Surat Persetujuan dari kreditor (jika dibebani hak tanggungan);
  5. Foto copy SPPT PBB Tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket;
  6. Penyerahan bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak);
  7. Sertifikat HM/HGB/HP;
  8. IMB/surat keterangan Kepala Desa/Lurah bagi perubahan hak dari HGB/HP menjadi HM untuk rumah tinggal dengan luas sampai dengan 600 m2.

Pengajuan 2 hal tersebut dimohonkan kepada Kantor Pertanahan setempat.

Demikian yang dapat kami sampaikan.

Comments are closed.