Pendaftaran Tanah Pewarisan

Pertanyaan:

Saya mau bertanya,

Suami saya di beri orang tuanya sebidang tanah yang hanya memiliki kelengkapan surat Akta Jual Beli Tanah Atas nama mertua saya(ayah suami saya),bagaimana cara merubahnya menjadi SHM atas nama suami saya?

Jawaban:

Dear Bapak/Ibu,

Terima kasih atas surel Anda. Menindaklanjuti atas pertanyaan tersebut, adapun dapat kami jelaskan sebagai berikut:

Sebagaimana diatur dalam Pasal 111 ayat (1) huruf c butir 4 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, Anda perlu untuk mempersiapkan Surat Keterangan Waris ("SKW"). Adapun permohonan pendaftaran peralihan hak atas tanah karena pewarisan kepada Kantor Pertanahan setempat diajukan oleh ahli waris atau kuasanya dengan melampirkan:

  1. sertifikat hak atas tanah atau sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun atas nama pewaris, atau, apabila mengenai tanah yang belum terdaftar, bukti pemilikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997;
  2. surat kematian atas nama pemegang hak yang tercantum dalam sertipikat yang bersangkutan dari Kepala Desa/Lurah tempat tinggal pewaris waktu meninggal dunia, rumah sakit, petugas kesehatan, atau intansi lain yang berwenang;
  3. surat tanda bukti sebagai ahli waris yang dapat berupa;
    • wasiat dari pewaris, atau
    • putusan Pengadilan, atau
    • penetapan hakim/Ketua Pengadilan, atau
    • bagi warganegara Indonesia penduduk asli: SKW yang dibuat oleh para ahli waris dengan disaksikan oleh 2 (dua) orang saksi dan dikuatkan oleh Kepala Desa/Kelurahan dan Camat tempat tinggal pewaris pada waktu meninggal dunia; atau
    • bagi warganegara Indonesia keturunan Tionghoa: akta keterangan hak mewaris dari Notaris; atau
    • bagi warganegara Indonesia keturunan Timur Asing lainnya: surat keterangan waris dari Balai Harta Peninggalan.
  4. surat kuasa tertulis dari ahli waris apabila yang mengajukan permohonan pendaftaran peralih-an hak bukan ahli waris yang bersangkutan; dan
  5. bukti identitas ahli waris.

Demikian yang dapat kami sampaikan.

Comments are closed.