Perjanjian Pengikatan Jual Beli

Pertanyaan :

"Selamat malam. Saya mau tanya. Saya ada beli 1unit apartment di pluit sea view. Pada saat saya beli di bulan 12 taon 2012. Dan janji akan serah terima di taon desember 2014. Ternyata baru serah terima bulan februari tahun 2016. Yang saya mw tanya. Saya ada cicil bertahap ke pihak developer. Dan saya ada telat pembayaran selama 13bulan. Padahal saya tdk bayar ada alasan sakiy dan itu apartment tdk ada kabr sama sekali pada saat itu. Jadi saya tdk bayar. Dan skrg yang bikin saya kaget. Apart saya ternyata sudah hangus. Dan uang saya dan dp sebesar 199 jt lebih hangus.  Cmn bisa dibalikin senilai 13jutaan lebih. Setelah dipotong2 denda dan 20% dari hrg pengikatan. Saya merasa tidak benar. Apa yang harus saya lakukan yah? Trima kasih sebelumnya.."

(20 April 2016)

Jawaban kami:

Menindaklanjuti atas pertanyaan tersebut, adapun dapat kami jelaskan sebagai berikut:

 

Bapak/Ibu dapat melihat kembali ketentuan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (“PPJB”) atas pembelian unit yang Bapak/Ibu beli mengenai ketentuan apabila Developer mengalami penundaan waktu untuk serah terima, apakah dalam PPJB tersebut diatur hal pemberian kesempatan kepada Developer untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.

Karena dalam Keputusan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 11/Kpts/1994, mengatur jika Developer belum dapat menyelesaikan pada waktu yang ditetapkan untuk serah terima, diberi kesempatan menyelesaikan pembangunan tersebut dalam jangka waktu 120 (seratus dua puluh) hari kalender, dihitung sejak tanggal rencana penyerahan rumah susun tersebut. Namun, pada dasarnya kembali lagi sesuai ketentuan dalam PPJB mengatur atas penundaan serah terima kepada Pembeli.

Lebih lanjut Bapak/Ibu juga dapat melihat kembali mengenai ketentuan yang diatur dalam PPJB apabila Pembeli telat melakukan pembayaran kepada pihak Developer, karena yang menjadi landasan kesepakatan atas proses jual beli kedua belah pihak antara Developer dan Pembeli adalah PPJB.

Comments are closed.