Kepemilikan Properti Untuk Orang Asing

`

Pertanyaan:

Saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai Hak Pakai atas Hak Milik. Apakah hak ini dapat diberikan kepada orang asing? Saya warga negara Indonesia yang mempunyai partner orang asing. Kami belum menikah tetapi berencana untuk membeli properti di Indonesia. Sependek pengetahuan saya, hukum pertanahan di Indonesia tidak mengijinkan kepemilikan tanah oleh orang asing, kecuali "lease hold"atau Hak pakai. Karena partner saya menginginkan hak milik, kami berencana untuk membeli properti dengan mempergunakan nama saya. Pertanyaan saya, bagaimana saya menjamin hak-hak partner saya yang merupakan pembeli sebenarnya dari property tersebut? Apakah kami dapat mempergunakan Hak Pakai atas Hak Milik? Bagaimana cara kepengurusannya. terimakasih atas perhatian dan saran yang diberikan. Saya menunggu saran-saran Bapak/Ibu.

Salam,

Jawaban:

Pada prinsipnya kepemilikan properti oleh orang asing diatur pada PP No. 103 Tahun 2015 dan Permen Agraria No. 29 Tahun 2016. Berdasarkan Permen Agraria No. 29 Tahun 2016 diatur bahwa orang asing dapat memiliki rumah tinggal atau Satuan Rumah Susun (“Sarusun”), yang mana untuk rumah tinggal merupakan rumah di atas tanah dengan Hak Pakai ("HP"), HP atas Hak Milik ("HM") yang dikuasakan berdasarkan perjanjian pemberian HP di atas HM dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), atau HP dari perubahan HM atau Hak Guna Bangunan (“HGB”). Lebih lanjut, untuk Sarusun, orang asing diperbolehkan membeli Sarusun yang dibangun di atas bidang tanah HM, HGB atau HP di atas tanah Negara, serta HGB atau HP di atas tanah HPL, yang kemudian dirubah untuk dapat dimiliki orang asing berupa HP atas Sarusun.

Berdasarkan Pasal 2 ayat 2 PP No. 103 Tahun 2015 orang asing yang dapat memiliki rumah tinggal atau Sarusun adalah orang asing yang memiliki izin tinggal di Indonesia. Izin tinggal yang dimaksud adalah izin tinggal diplomatik, izin tinggal dinas, izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap.

Adapun dapat diinformasikan sesuai dengan Permen Agraria No. 29 Tahun 2016 jangka waktu kepemilikan properti bagi orang asing, sebagai berikut:

  • untuk rumah tempat tinggal di atas tanah HP yang berasal dari HM diberikan jangka waktu 30 tahun, dapat diperpanjang untuk 20 tahun dan diperbaharui untuk 30 tahun;
  • untuk rumah tempat tinggal di atas tanah HP yang berasal dari HGB akan diberikan jangka waktu selama sisa jangka waktu berlaku, dapat diperpanjang untuk 20 tahun dan dapat diperbahrui untuk 30 tahun;
  • untuk Sarusun baru dari HM atas Sarusun baru akan diberikan jangka waktu 30 tahun, dapat diperpanjang untuk 20 tahun dan diperbaharui untuk 30 tahun;
  • untuk Sarusun dari HM atas Sarusun (bukan baru) diberikan jangka waktu selama sisa jangka waktu berlakunya HM atas Sarusun tersebut yang dapat diperpanjang untuk 20 tahun dan diperbaharui untuk 30 tahun.

Lebih lanjut, kami telah menyediakan artikel mengenai Kepemilikan Rumah Orang Asing pada situs kami. (silahkan klik tulisan berwarna biru).

Demikian yang dapat kami sampaikan.

 

Comments are closed.